MELON KOTAK

Melon kotak adalah buah melon yang berbentuk kotak. Indonesia adalah negara pertama yang memproduksi melon ini. Melon ini telah diakui di seluruh dunia atau disebut juga melon kotak pertama di dunia. Terobosan baru ini diciptakan oleh tim peneliti Mekarsari yang dipimpin oleh Ir. AF. Margianasari.[1]

Melon Kotak ini sebenarnya adalah Melon hybrid (Cucumis melo) dari jenis Lightgreen Mekarsari yang merupakan hasil persilangan dan pemuliaan oleh tim peneliti Mekarsari. Daging buahnya berwarna kuning oranye dengan aroma manis yang khas.

Pembuatan melon kotak yaitu dengan cara memasukkan melon ke dalam kotak kubus plastik yang terbuat dari bahan kaca atau plastik akrilik sejak buah masih muda. Namun, tak ada rekayasa genetika, yang ada hanyalah rekayasa bentuk. Meskipun melon ini berbentuk kotak tetapi tetap memiliki rasa manis dan renyah seperti melon yang berbentuk bundar. Jadi perubahan bentuk ini tidak mepengaruhi kualitas rasanya.
Teknik pembuatannya, pertama-tama, benihnya ditanam di bak semai atau disebut dengan sistem hidroponik. Perlakuan khusus pada buah dilakukan di hari ke 15 setelah penanaman. Dalam cetakan kotak, buahpun dibentuk. Dalam mengubah satu melon berbentuk kotak, diperlukan dua sampai tiga kali pergantian kotak untuk menyesuaikan berat dan besar melon, tidak langsung berhasil; tidak menutup kemungkinan akan ada buah dengan bentuk lain.



Soal Tevez, FIFA Dukung City

MANCHESTER – Kelakuan Carlos Tevez yang menolak main berbuntut panjang. FIFA bisa saja memberikan hukuman berat kepada pemain asal Argentina itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, penyerang Roberto Mancini kesal dengan kelakuan Tevez. Mantan bomber Manchester United menolak main ketika Manchester City tengah berhadapan dengan Bayern Munich, Rabu kemarin.

Hasilnya, The Citizens tidak mampu berbuat banyak dan harus mengakui keunggulan tuan rumah Bayern dengan skor 2-0. Manajemen City akhirnya mengambil tindakan tegas kepada Tevez, atas perbuatannya itu.

Sikap arogan Tevez ini memang langsung menuai kecaman dari berbagai pihak. Mereka menilai, Tevez tidak pantas melakukan tindakan tersebut, karena dia merupakan seorang pemain profesional dan tidak bisa bertindak bak layaknya pemain amatiran.

Akhirnya, manajemen memutuskan untuk menghukum Tevez sebanyak dua laga. Namun, berbagai media di Inggris ramai melaporkan, The Citizens bisa saja memutus kontrak Tevez. Pasalnya, Mancini sudah mengatakan karier Tevez sudah berakhir di City.

Kini, FIFA mengatakan akan mendukung penuh apapun langkah The Citizens. Hal ini seperti dikatakan oleh Wakil Presiden FIFA Jim Boyce. “Saya rasa FIFA memiliki kekuatan untuk menghukum (Tevez-red),” tegas Boyce dilansir Club Call, Jumat (30/9/2011).



Hello world!

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!